Breaking News

Drainase Misterius di Jalan Pangelen Disorot: Galian Terbuka, PJU Mati Hampir Sebulan, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

Wirno - Penulis
3 menit baca105 tayanganSampang Jawa Timur
Gambar ini diambil oleh tim setelah menerima laporan dari warga setempat pada sabtu 29-8. (Sumber gambar Wirno)

SAMPANG ( ketikdata.com ) – Proyek drainase di Jalan Pangelen, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, mulai memunculkan tanda tanya besar. Bukan hanya soal kejelasan identitas pekerjaan, kondisi di lapangan juga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan pengguna jalan. Rabu (2/9/2026).

Di lokasi, aktivitas galian menggunakan alat berat terlihat berlangsung. Namun, area galian disebut tidak dilengkapi garis pembatas maupun rambu pengamanan yang memadai. Situasi tersebut dinilai berpotensi menjadi ancaman bagi pengendara dan warga yang melintas, terlebih ketika malam hari.

Sorotan itu disampaikan Agus Sugito, pemerhati kebijakan pembangunan, setelah pihaknya menerima laporan warga dan turun langsung melakukan pemantauan ke lokasi pada sabtu (29-8).

Menurut Agus, persoalan ini tidak boleh dilihat sebatas pekerjaan fisik. Ketika sebuah proyek berlangsung di ruang publik, keselamatan masyarakat seharusnya menjadi syarat utama, bukan persoalan yang baru dipikirkan setelah terjadi kecelakaan.

“Yang kami soroti bukan pembangunan drainasenya. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana standar keselamatan masyarakat diterapkan. Galian terbuka tanpa pembatas, kemudian penerangan jalan tidak berfungsi dan metode pekerjaannya. Ini jangan sampai menjadi proyek yang meninggalkan persoalan baru bagi masyarakat.” tegas Agus.

Lanjut Agus, parahnya lagi, proyek tersebut meninggalkan lubang yang berpotensi akan terjadi longsor pada bahu jalan karena terlalu lama dibiarkan tanpa pekerjaan lanjutan. Kedua, tiang PJU juga akan mengalami kemiringan dengan resiko roboh, sebab jarak galian dengan pondasi tiang yang hanya berjarak beberapa senti meter aja.

“Ini berbahaya, jika dibiarkan seperti itu terus, maka longsor dan kemiringan tiang PJU akan terjadi,” ujarnya.

Lebih mengkhawatirkan, seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar lokasi telah mati hampir satu bulan.

Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas alat berat yang berada di lokasi. Namun, hingga kini, menurut warga, belum terlihat adanya tindak lanjut yang berarti dari pihak pelaksana untuk memastikan penerangan kembali normal.

“Sudah hampir satu bulan PJU mati di beberapa titik lokasi. Sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang jelas. Kalau malam jalan gelap, sementara ada galian, tentu kami khawatir terjadi sesuatu kepada pengguna jalan.” ujar warga.

Kondisi tersebut membuat tanda tanya semakin besar. Jika pekerjaan memang resmi dan berada dalam pengawasan pihak terkait, mengapa persoalan keselamatan dan penerangan jalan justru dibiarkan berlarut?

Agus menilai pemerintah dan pelaksana pekerjaan tidak boleh hanya menghitung progres fisik, sementara dampak pekerjaan terhadap masyarakat seolah luput dari perhatian.

“Jangan sampai ukuran keberhasilan proyek hanya dilihat dari berapa meter drainase yang sudah digali. Keselamatan manusia jauh lebih penting. Kalau PJU mati hampir sebulan dan galian tidak diberi pengamanan yang layak, ini harus segera dievaluasi.” katanya.

Ia juga mempertanyakan transparansi pekerjaan tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui proyek apa yang sedang dikerjakan, siapa pelaksananya, dari mana sumber anggarannya, berapa nilai pekerjaannya, serta siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan di lapangan.

“Kalau memang ini proyek pemerintah, tidak ada alasan informasinya tertutup. Publik berhak tahu. Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi alat berat dan galian, sementara identitas proyeknya tidak jelas dan ketika muncul persoalan, tidak ada pihak yang merasa bertanggung jawab.” sentil Agus.

Ia mendesak instansi terkait segera turun melakukan pemeriksaan, terutama terhadap standar pengamanan area pekerjaan dan kondisi PJU yang disebut telah mati hampir satu bulan.

“Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Kalau memang ada kerusakan akibat pekerjaan, segera perbaiki. Kalau ada pelanggaran prosedur keselamatan, segera benahi. Pemerintah harus hadir sebelum masalah menjadi tragedi.” tandasnya.

Sorotan terhadap pekerjaan drainase Jalan Pangelen kini menyisakan satu pertanyaan penting: apakah proyek tersebut benar-benar diawasi sebagaimana mestinya, atau masyarakat justru dibiarkan berhadapan dengan risiko dari sebuah pekerjaan yang identitas dan tanggung jawabnya masih dipertanyakan?

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum memperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai identitas proyek, nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, serta langkah konkret untuk menangani PJU yang disebut warga telah mati hampir satu bulan.

Baca Lainnya

Artikel Populer