Breaking News

Lahan Sawah Gunung Eleh Sempat Gegerkan Warga, Tim ESDM Turun Lakukan Pengukuran Geolistrik Didampingi BPBD

Wirno - Penulis
2 menit baca38 tayangan

Sampang (ketikdata.com) – Suara gemuruh dari bawah permukaan lahan persawahan di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, sempat menggegerkan warga.

Fenomena tak biasa tersebut langsung mendapat perhatian lintas instansi. Tim ESDM Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Sampang, Bagian Perekonomian Setda Sampang, Kecamatan Kedungdung, serta Pemerintah Desa Gunung Eleh turun ke lokasi untuk memastikan sumber suara sekaligus memeriksa kondisi bawah permukaan tanah.

Pemeriksaan dilakukan sekitar pukul 10:00 hingga jam 13:02, Tim ESDM menggunakan metode geolistrik untuk membaca struktur dan kondisi lapisan tanah di sekitar titik yang dilaporkan mengeluarkan suara gemuruh.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan fenomena tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil pemeriksaan teknis. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisi di lokasi aman dan mencari tahu secara ilmiah apa yang menyebabkan munculnya bunyi gemuruh tersebut,” ujar Hozin.

Menurutnya, BPBD bersama instansi teknis masih melakukan pemantauan di lokasi. Hasil kajian ESDM nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Sementara itu, Gabriel dari Tim ESDM Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa suara gemuruh sudah tidak terdengar ketika pemeriksaan dilakukan. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab fenomena tersebut.

“Setelah kami melakukan pengecekan dari pagi sampai saat ini, suara tersebut tidak ada. Kemungkinan di kemudian hari bisa berbunyi lagi. Kami masih melakukan pengukuran geolistrik di lokasi, apakah indikasinya berkaitan dengan air atau gas. Mohon waktu untuk hasil analisis kami,” ungkap Gabriel di Sela-sela kegiatan.

Ia mengatakan, dari kondisi yang ditemukan saat pemeriksaan, masyarakat belum perlu panik. Tidak ditemukan adanya semburan maupun indikasi langsung yang menunjukkan kondisi darurat.

“Kalau tidak ada perubahan di lokasi, insyaallah aman-aman saja karena tidak mengeluarkan semburan apa pun,” jelasnya.

Namun, ESDM meminta warga tidak mengambil tindakan sendiri dengan melakukan pengeboran ataupun penggalian di sekitar titik fenomena.

“Masyarakat jangan melakukan pengeboran atau penggalian sebelum hasil analisis kami keluar. Kami ingin mengetahui terlebih dahulu bunyi itu berasal dari mana. Kami usahakan secepatnya, dalam waktu sekitar dua minggu hasilnya akan keluar,” pungkas Gabriel.

Hingga kini, misteri sumber suara gemuruh tersebut belum terjawab. Tim ESDM masih menganalisis hasil pengukuran geolistrik untuk mengetahui karakteristik lapisan bawah tanah dan mencari kemungkinan sumber fenomena.

Apakah suara tersebut berkaitan dengan pergerakan air, gas, atau kondisi geologi tertentu di bawah permukaan, masih menunggu hasil kajian teknis.

Yang jelas, suara yang sempat membuat warga Gunung Eleh bertanya-tanya itu kini bukan lagi sekadar cerita dari mulut ke mulut. Fenomena tersebut telah masuk meja pemeriksaan teknis, dan jawabannya kini menunggu pembuktian dari data geologi.

Baca Lainnya

Artikel Populer