JAKARTA – Warna dangdut klasik kembali hadir menyapa penikmat musik Tanah Air. Kali ini, Umi Syahirah Official menggandeng Kirana Musik menghadirkan “IRAMA CINTA”, sebuah karya lawas yang pernah begitu lekat dengan nama besar diva dangdut Indonesia, Elvy Sukaesih.
Namun, “IRAMA CINTA” kali ini tidak sekadar mengulang kejayaan lagu masa lalu. Di tangan Umi Syahirah, lagu ciptaan Asmin Cayder dan Noeridin tersebut mendapatkan interpretasi baru yang lebih segar, tanpa kehilangan ruh dangdut klasik yang menjadi identitas aslinya.
Karakter vokal Umi Syahirah yang sarat penghayatan membuat lagu ini terasa kembali bernyawa. Sementara aransemen dari Kirana Musik memberikan sentuhan musikal yang mampu mempertemukan nuansa nostalgia dengan selera pendengar masa kini.
Bagi mereka yang akrab dengan perjalanan musik dangdut era klasik, “IRAMA CINTA” seakan membuka kembali lembaran kenangan lama. Melodi dan atmosfernya membawa pendengar pada masa ketika lagu dangdut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari keseharian dan perjalanan budaya masyarakat.
Di sisi lain, bagi generasi muda yang mungkin belum terlalu mengenal karya-karya dangdut klasik, versi terbaru ini menjadi pintu masuk untuk menikmati kekayaan musik dangdut Indonesia dengan kemasan yang lebih dekat dengan telinga generasi sekarang.
Kekuatan aransemen semakin terasa melalui keterlibatan sejumlah musisi. Eko mengisi gitar, Ichal memainkan bass, Aris pada keyboard, Bhule menghidupkan gendang, sementara Otnay memperkaya warna lagu melalui permainan sulingnya.
Perpaduan tersebut membuat karakter dangdut dalam “IRAMA CINTA” tetap kuat. Setiap instrumen memiliki peran dalam membangun suasana lagu, sekaligus menjaga agar sentuhan modern tidak menghilangkan identitas klasik yang menjadi kekuatannya.
Dari sisi produksi, proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Dyo untuk menghasilkan kualitas audio yang lebih matang. Sementara aspek visual digarap Indra yang menangani proses pengambilan gambar sekaligus editing.
Kolaborasi Umi Syahirah dan Kirana Musik sendiri bukanlah pertemuan pertama dalam menghidupkan kembali karya-karya dangdut penuh nostalgia. Sebelumnya, keduanya juga telah membawakan sejumlah lagu yang pernah populer melalui suara Elvy Sukaesih.
Konsistensi tersebut menunjukkan upaya mereka untuk tidak membiarkan karya-karya dangdut klasik berhenti sebagai kenangan. Lagu-lagu lama justru diberi ruang untuk kembali didengar, dengan pendekatan musikal yang lebih segar tanpa harus kehilangan jati dirinya.
“IRAMA CINTA” akhirnya menjadi lebih dari sekadar lagu lawas yang dinyanyikan kembali. Karya ini menjadi semacam jembatan antara generasi yang tumbuh bersama dangdut klasik dan generasi baru yang tengah menemukan kembali pesona musik tersebut.
Suara khas Umi Syahirah yang berpadu dengan aransemen Kirana Musik memberikan warna tersendiri. Bukan hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menunjukkan bahwa dangdut klasik masih memiliki ruang untuk terus berkembang dan dinikmati lintas generasi.
Dukungan sederhana dari penonton pun memiliki arti besar bagi perjalanan karya tersebut. Sebuah tanda suka, komentar, berlangganan, hingga membagikan video dapat menjadi dorongan bagi musisi dan kreator untuk terus menghasilkan karya-karya berikutnya.
Pada akhirnya, “IRAMA CINTA” bukan semata-mata upaya mengulang sebuah lagu dari masa lalu. Ia adalah cara untuk menjaga denyut musik dangdut tetap hidup—menghubungkan kenangan masa lalu dengan selera masa kini, sekaligus memastikan irama klasik tetap menemukan tempat di hati pendengar generasi berikutnya.
