PAMEKASAN — ketikdata.com — Malam yang seharusnya menjadi waktu bersantai bagi warga Perumahan Bettet Melati Wangi, Pamekasan, justru berubah menjadi acara dadakan bertajuk “Siapa Berani Bertahan dalam Gelap?”
Sekitar 12 rumah warga mengalami pemadaman listrik pada Senin (19/10/2026) sejak pukul 19.00 WIB. Hingga pukul 23.40 WIB, menurut keterangan warga, listrik belum juga menyala dan laporan gangguan yang disampaikan secara daring belum mendapatkan tanggapan yang diharapkan.
Kalau lomba menunggu listrik menyala ada hadiahnya, mungkin warga Bettet Melati Wangi sudah layak masuk babak final. Lebih dari empat jam menunggu, tetapi lampu masih mati. Yang terang justru pertanyaan warga: sebenarnya laporan mereka sudah sampai ke mana?
Berdasarkan keterangan warga, mereka telah menghubungi beberapa petugas PLN. Namun, warga mengaku diarahkan untuk menyampaikan pengaduan melalui layanan online.
Arahan itu pun diikuti. Laporan dikirim, harapan digantungkan, tetapi hingga pukul 23.40 WIB belum ada respons yang mereka harapkan.
Situasinya seperti memesan kopi, disuruh mengisi formulir pemesanan, lalu ditinggal menunggu sampai kopinya lupa bahwa dirinya pernah dipesan.
Baca Juga : NGO WERWER TAK GENTAR! ISU SABOTASE MENCuat, POLRES PAMEKASAN DITUNTUT BUKTIKAN KETEGASAN
Bedanya, warga bukan sedang menunggu kopi. Mereka menunggu listrik yang dibutuhkan untuk penerangan dan aktivitas rumah tangga.
Listrik boleh padam karena gangguan, tetapi informasi kepada pelanggan jangan ikut-ikutan padam.
Di era digital, layanan pengaduan online tentu bisa mempermudah masyarakat. Namun, teknologi akan kehilangan manfaatnya jika laporan yang masuk tidak diikuti informasi mengenai status penanganan.
Warga tidak menuntut petugas membawa lampu ajaib untuk menyalakan listrik dalam sekejap. Mereka hanya membutuhkan respons yang jelas: laporan diterima, gangguan sedang diperiksa, atau perbaikan membutuhkan waktu tertentu.
Jangan sampai pelanggan sudah mengisi laporan dengan lengkap, tetapi masih harus menebak-nebak apakah laporannya sedang diproses, tertidur di sistem, atau tersesat di tengah perjalanan digital.
Baca Juga : Tujuh Hari Berlalu, Diversi Gagal! Keluarga Korban Soroti Iktikad Baik Pihak Terlapor
Kalau pelanggan harus menghubungi beberapa petugas, kemudian diarahkan lagi ke layanan online, pertanyaan yang wajar muncul adalah: siapa yang memastikan pengaduan itu benar-benar ditindaklanjuti?
Pemadaman yang berlangsung berjam-jam tentu mengganggu kenyamanan warga. Apalagi, kejadian tersebut berdampak pada sekitar 12 rumah dalam satu lingkungan.
Namun, persoalannya bukan sekadar berapa lama listrik padam. Komunikasi dan kepastian penanganan juga menjadi bagian penting dari pelayanan kepada pelanggan.
Jangan sampai warga merasa harus menjadi detektif hanya untuk mencari tahu perkembangan laporan gangguan listrik di rumah sendiri.
Kalau lampu mati, warga masih bisa menyalakan senter. Kalau informasi ikut gelap, mereka harus bertanya ke mana lagi?
Baca Juga : JANGAN SAMPAI SEGELNYA AWET, TAPI INGATAN PETUGAS CEPAT PIKUN!
Ketikdata meminta PLN Pamekasan memberikan klarifikasi mengenai pemadaman listrik di Perumahan Bettet Melati Wangi pada 19 Oktober 2026.
Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan kepada masyarakat:
- Apa penyebab pemadaman listrik yang berdampak pada sekitar 12 rumah tersebut?
- Apakah laporan warga yang disampaikan sejak pukul 19.00 WIB telah diterima dan tercatat dalam sistem?
- Mengapa hingga pukul 23.40 WIB warga mengaku belum memperoleh respons yang diharapkan?
- Bagaimana mekanisme penanganan gangguan dan penyampaian estimasi waktu perbaikan kepada pelanggan?
Klarifikasi tersebut penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang dan tidak hanya mendengar dari satu pihak.
PLN juga perlu memastikan bahwa petugas pelayanan dan sistem pengaduan online berjalan saling mendukung, bukan justru membuat pelanggan merasa dipingpong.
Catatan untuk PLN Pamekasan: warga tidak sedang bermain petak umpet. Mereka tahu listriknya mati, tahu cara melapor, dan sudah berusaha menghubungi petugas. Yang mereka tunggu sekarang bukan permainan tebak-tebakan, melainkan kepastian pelayanan.
Sebab, ketika listrik padam, rumah memang bisa gelap. Namun, jangan sampai kepercayaan pelanggan ikut meredup karena laporan yang tak kunjung mendapatkan kejelasan.








