Breaking News

Sumur Mengering, KJJT Indonesia DPC Sampang Salurkan Air Bersih, Warga Tersenyum Sumringah

Wirno - Penulis
3 menit baca22 tayangan

SAMPANG (ketikdata.com) – Kemarau panjang mulai menampakkan wajah getirnya di Kabupaten Sampang. Kekeringan yang selama ini identik dengan kawasan pedesaan, kini merambah wilayah perkotaan. Sejumlah sumur warga bahkan dilaporkan mulai mengering setelah kondisi tersebut berlangsung sekitar sepekan.

Di tengah krisis air bersih itu, kepedulian datang dari kalangan jurnalis.

DPC Komunitas Jurnalis Jaringan Terpadu (KJJT) Indonesia Kabupaten Sampang menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Jalan Merapi, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, Senin (14/9/2026).

Bagi warga, air yang datang menggunakan armada tangki bukan sekadar bantuan. Di tengah sumur yang mulai kehilangan sumber air, setiap tetes menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.

Bantuan tersebut langsung didistribusikan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, mandi hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Pantauan di lokasi, kedatangan armada tangki air langsung disambut antusias warga. Dengan membawa jerigen, ember hingga berbagai wadah penampungan berukuran besar, warga rela mengantre demi mendapatkan pasokan air bersih.

Wajah warga yang sebelumnya dibayangi kesulitan air pun berubah sumringah.

Ketua DPC KJJT Indonesia Kabupaten Sampang, Bambang Gunawan, mengatakan aksi tersebut merupakan langkah awal yang lahir dari empati sekaligus kepekaan insan pers terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

“Ini adalah bagian dari wujud konkret rasa peduli jurnalis melalui tindakan nyata. Berbagi tidak harus selalu berupa materi besar, tetapi juga bisa dilakukan dengan mendistribusikan apa yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana, seperti bantuan air bersih,” ujar Bambang saat memantau pendistribusian air.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral para jurnalis yang merupakan bagian dari masyarakat.

KJJT Indonesia Sampang, kata Bambang, ingin menunjukkan bahwa pers tidak hanya hadir untuk memberitakan persoalan masyarakat, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam membantu ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.

“Giat sosial ini berangkat dari ketulusan dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat. Ini juga bentuk dedikasi dan sumbangsih nyata kami untuk membantu pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi fiskal pemerintah daerah akibat pengurangan transfer keuangan dari pemerintah pusat juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi elemen masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam membantu sesama.

“Giat sosial ini adalah bagian dari upaya memanusiakan manusia,” tegas Bambang.

Antusiasme warga Jalan Merapi menjadi gambaran betapa pentingnya air bersih ketika kemarau mulai mengeringkan sumber-sumber air.

Salah seorang warga, Nurul Qiptiyah (45), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan KJJT Indonesia Sampang.

Menurutnya, bantuan air bersih tersebut sangat berarti bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada para jurnalis yang tergabung di KJJT Indonesia Sampang yang sudah peduli dan datang memberikan bantuan air bersih kepada warga,” ujar Nurul.

Ia berharap kepedulian serupa dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

“Bantuan seperti ini sangat kami butuhkan untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi berkah bagi semuanya,” pungkasnya.

Ketika sumur mengering dan keran tak lagi mengalir, air yang paling dibutuhkan. Di Jalan Merapi, tangki air bukan sekadar bantuan—tetapi pesan bahwa warga yang sedang kesulitan tidak sedang berjalan sendirian.

Baca Lainnya

Artikel Populer