Breaking News

Horor Jalur Pangelen: Galian Drainase Menganga Ditambah PJU Padam, Nyawa Warga Terancam

Wirno - Penulis
3 menit baca54 tayangan

SAMPANG (ketikdata.com) – Proyek galian drainase di sepanjang Jalan Raya Pangelen, Desa Pangelen Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, mulai menuai sorotan. Galian drainase yang dikerjakan beberapa lalu dengan menggunakan excavator ternyata masih menyisakan lubang menganga dan dibiarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut dari pekerjaan tersebut.

Hal ini, dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama ketika melintas pada malam hari.

Pantauan di lokasi menunjukkan, pada sejumlah titik area galian belum terlihat dilengkapi rambu-rambu peringatan maupun barricade tape sebagai penanda batas aman zona pekerjaan konstruksi. Kondisi tersebut membuat keberadaan lubang galian sulit diantisipasi pengguna jalan, terlebih saat kondisi penerangan kurang memadai.

Persoalan semakin serius lantaran sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar lokasi dilaporkan padam.

Menurut keterangan warga setempat, matinya sejumlah PJU tersebut diduga terjadi setelah proses penggalian drainase menggunakan alat berat. Warga menduga kabel jaringan PJU ikut terdampak saat pekerjaan berlangsung.

“Saat itu penggalian drainase menggunakan alat berat dan mengenai kabel PJU. Akhirnya beberapa lampu PJU padam. Ini sangat membahayakan warga yang melintas pada malam hari,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar soal proyek yang belum selesai. Lubang galian yang dibiarkan tanpa pengamanan memunculkan kekhawatiran lain, yakni potensi tergerusnya bahu jalan dan terjadinya longsor apabila tidak segera ditangani.

Kondisi yang tak kalah mengkhawatirkan terlihat pada keberadaan sejumlah tiang PJU. Jarak antara galian dengan pondasi tiang disebut sangat dekat, hanya beberapa sentimeter. Jika kondisi tanah di sekitar pondasi terus kehilangan penyangga, warga khawatir tiang PJU mengalami kemiringan hingga berpotensi roboh.

“Ini berbahaya kalau dibiarkan seperti itu. Tanah di sekitar galian bisa longsor, tiang PJU bisa miring, bahkan kalau pondasinya kehilangan penyangga bisa roboh,” Keluhnya.

Bukan Sekadar lubang, tapi ancaman yang Bisa Menunggu Korban, Kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian serius pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait. Sebab, keberadaan proyek konstruksi di ruang publik bukan hanya menyangkut target penyelesaian pekerjaan, tetapi juga kewajiban memastikan area kerja tetap aman bagi masyarakat.

Rambu peringatan, pembatas zona pekerjaan, penerangan yang memadai serta pengamanan terhadap struktur di sekitar galian menjadi hal mendasar yang tidak semestinya diabaikan.

Apalagi, ketika sebuah galian berada sangat dekat dengan badan jalan dan pondasi tiang PJU.

Warga pun mempertanyakan, sampai kapan lubang tersebut akan dibiarkan terbuka tanpa pengamanan yang memadai?

Apakah harus menunggu kendaraan terperosok, pengguna jalan terjatuh, bahu jalan amblas, atau bahkan tiang PJU roboh terlebih dahulu baru kemudian dilakukan tindakan?

Pemerintah dan pihak pelaksana pekerjaan perlu segera turun tangan memastikan seluruh titik galian di Jalan Raya Pangelen benar-benar aman. Jika memang terdapat kerusakan jaringan PJU akibat pekerjaan, kondisi tersebut juga patut segera diperiksa dan dipulihkan.

Sebab, lubang galian tidak boleh berubah menjadi perangkap bagi warga, dan proyek pembangunan tidak boleh dibayar dengan risiko keselamatan masyarakat.

Jangan sampai kewaspadaan baru muncul setelah ada korban. Jangan sampai sebuah tiang roboh baru semua pihak sibuk mencari siapa yang bertanggung jawab.

Karena ketika keselamatan publik sudah dipertaruhkan, pertanyaannya bukan lagi kapan proyek itu selesai, tetapi siapa yang akan bertanggung jawab jika lubang yang dibiarkan itu lebih dulu “menyelesaikan” keselamatan seorang warga.

Baca Lainnya

Artikel Populer