SAMPANG (ketikdata.com) – Proyek drainase di sepanjang Jalan Raya Pangelen, Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, masih menyisakan tanda tanya. Di tengah belum jelasnya informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan, sejumlah galian terbuka justru menjadi ancaman bagi pengguna jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan, lubang galian drainase masih terbuka dan belum dilengkapi rambu-rambu pekerjaan maupun barricade tape sebagai penanda batas aman area konstruksi.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan warga, terutama pengguna jalan yang melintas pada malam hari. Terlebih, sejumlah titik lampu penerangan jalan umum (PJU) di sekitar lokasi dilaporkan dalam kondisi padam sehingga keberadaan galian menjadi sulit terlihat.
Jika kondisi ini dibiarkan tanpa pengamanan memadai, lubang terbuka tersebut berisiko membuat pengguna jalan terperosok atau mengalami kecelakaan.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan dugaan mengenai pihak yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Namun, informasi itu belum dapat diverifikasi secara independen.
“Kalau tidak salah, proyek drainase ini milik H.AQ. Katanya mau dijadikan pembuangan air limbah pabrik atau air semen sisa molen,” ujar warga tersebut.
Ia juga mengkhawatirkan apabila limbah sisa semen nantinya dialirkan ke saluran tersebut secara terus-menerus. Menurutnya, kondisi itu berpotensi berdampak terhadap lingkungan di sekitar saluran, termasuk tanaman dan ekosistem.
“Dalam jangka panjang, kalau air bekas semen dibuang ke area saluran, bisa berdampak pada tanaman, salah satunya padi, serta berpotensi mengganggu ekosistem,” katanya.
Sementara itu pihak Dinas Perhubungan saat dikonfirmasi oleh awak media terkait padamnya lampu PJU di desa Pangelen akibat galian drainase dengan singkat menjawab.
“Sementara temen-temen lapangan belum ada laporan mas,” ujar Khotibul Umam ketika menjawab pesan singkat WhatsApp dari awak media.
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, dugaan mengenai kepemilikan maupun peruntukan saluran tersebut belum mendapatkan konfirmasi dari pihak yang disebut.
Redaksi media ini telah berupaya mengonfirmasi Penjabat (Pj) Kepala Desa Pangelen melalui pesan singkat WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan.
Tidak berhenti dari PJ dan Dishub, media masih berusaha konfirmasi kepada H.AQ untuk mendapatkan penjelasan yang lebih akurat
Persoalan tersebut kini menyisakan dua hal yang patut mendapat perhatian: kejelasan pelaksanaan pekerjaan dan aspek keselamatan warga yang melintas di sekitar lokasi.
Terlepas dari siapa pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut, keberadaan lubang terbuka di ruang publik semestinya disertai pengamanan dan penanda yang memadai agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan. Seluruh informasi mengenai dugaan tetap ditempatkan sebagai informasi yang perlu dikonfirmasi, dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
