SAMPANG – Deru mesin mobil tangki yang memasuki kawasan Kampung Merapi, Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (07/10/2026) sore, bukan sekadar datang membawa bantuan.
Bagi Umar Hayat, Ketua Umum Komunitas Wartawan Indonesia (KWI), kedatangan armada tersebut adalah sebuah perjalanan pulang yang sarat emosi dan air mata nostalgia.
Di tengah jeratan krisis kekeringan yang mencekik warga, KWI hadir mengusung aksi kemanusiaan bertajuk “Peduli Berbagi Air Bersih”. Namun bagi Umar, aksi sosial ini jauh lebih personal.
Kampung Merapi adalah tanah tempat ia menghabiskan masa kecil hingga beranjak dewasa, sebelum akhirnya nasib membawa ia merantau dan berdomisili di Kota Surabaya.
Baca Juga : Rp3,9 Miliar Uang Rakyat Dipertaruhkan, U-Ditch Proyek Madupat–Omben Disorot
Melihat tetangga dan kerabat masa kecilnya kesulitan mendapatkan air, Umar tak mampu menyembunyikan rasa empatinya.
Dengan suara yang bergetar penuh ketulusan, ia menekankan betapa berartinya tanah kelahiran ini bagi dirinya.
“Walaupun bantuan ini kecil, tetapi setidaknya dapat bermanfaat untuk warga Kampung Merapi yang merupakan kampung tempat kelahiran saya dari kecil hingga dewasa sebelum kami berpindah ke Surabaya,” ujar Umar Hayat dengan mata berkaca-kaca, pada Rabu (7/10/2026).
Bagi kepengurusan KWI, penyaluran ini menjadi momen paling emosional sepanjang sejarah pergerakan sosial mereka.
Umar kembali menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk balas budi dan solidaritas kepada orang-orang yang pernah menjadi bagian dari sejarah hidupnya.
Baca Juga : Polres Sampang Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu, Barang Bukti Hampir 200 Gram
“Walaupun bantuan hanya air bersih, setidaknya bisa membantu saudara-saudara dan tetangga warga Kampung Merapi yang dulu pernah berjuang bersama kami,” ungkapnya,
Kedatangan air bersih ini langsung disambut riuh dan antusias oleh warga. Mereka berbondong-bondong mengantre dengan tertib, menenteng jeriken, ember, dan bak plastik.
Di antara kerumunan warga, hadir Hilda, salah seorang penduduk setempat yang matanya berbinar melihat wadah-wadah air mereka kembali terisi penuh.
Sambil menahan haru, Hilda maju mewakili jeritan hati warga yang kini merasa sangat diringankan bebannya.
Baca Juga : Dana Desa Karangpenang Oloh Rp870 Juta Didesak Diaudit: Jangan Berhenti di Meja
Ia menyampaikan apresiasi terdalam sekaligus untaian doa yang tulus untuk sang putra daerah yang tidak lupa pada kulitnya.
“Saya mewakili warga Kampung Merapi mengucapkan terima kasih banyak kepada Ketua Umum KWI, Bapak Umar Hayat, atas bantuannya. Semoga bantuan ini menjadikan manfaat untuk warga khususnya Merapi, serta semoga Ketua KWI sukses selalu dan dimudahkan dalam menjalankan tugas sebagai Ketua Umum KWI,” tutur Hilda dengan nada bergetar penuh rasa syukur.
Melalui tetesan air bersih yang disalurkan sore itu, KWI tidak hanya menghapus dahaga fisik warga Sampang, tetapi juga menyiram kembali benih silaturahmi yang sempat terpisah jarak.
Kegiatan yang penuh kehangatan manusiawi ini kemudian ditutup dengan khidmat lewat doa bersama di bawah langit Sampang yang mulai meredup.
(Acung)








